Sehat dengan Kafein Tepat

by -4 views
Sehat dengan Kafein Tepat
Sehat dengan Kafein Tepat

Sehat dengan Kafein Tepat

DALAM jumlah yang wajar kandungan kafein dalam kopi dapat membantu pikiran, pekerjaan, dan pergaulan. Tapi bila dikonsumsi secara berlebihan, kopi akan berubah menjadi racun yang membahayakan tubuh.

Meminum secangkir kopi atau teh di pagi ataupun sore hari sambil menikmati embusan angin sepoi-sepoi di beranda rumah mungkin telah menjadi kebiasaan banyak orang di kota besar hingga desa-desa. Kebiasaan itu menjadi rutinitas yang tak bisa ditinggalkan.

Kebiasaan mengonsumsi teh atau kopi dengan kandungan kafein cukup beralasan. Kafein memiliki efek yang bisa menimbulkan kecanduan bagi mereka yang mengonsumsinya.

Padahal jika dikonsumsi secara berlebihan, kafein yang juga terdapat dalam berbagai jenis obat flu, sakit kepala, dan alergi itu, bisa menimbulkan dampak negatif bagi tubuh.

Efek dari kafein bisa menimbulkan kecemasan kronis, lekas marah, insomnia, dan diare. Dalam jumlah yang lebih besar, bahkan bisa menjadi racun bagi tubuh, terutama untuk wanita yang sedang hamil, dianjurkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Kafein menjadi berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan karena kafein dapat meningkatkan detak jantung dan metabolisme tubuh, menyebabkan sulit tidur, sakit kepala, dan merangsang cairan dalam lambung sehingga menimbulkan rasa panas. Kelebihan mengonsumsi kafein juga bisa menyebabkan sering buang air kecil.

“Terlalu berlebihan mengonsumsi kafein yang mengandung phenol menyebabkan tubuh sulit untuk menyerap zat besi. Padahal, kita tahu zat besi dibutuhkan oleh tubuh,” kata dokter spesialis jantung Irawan Suprayitna.

Lebih lanjut dokter yang praktik di daerah Pondok Indah itu memaparkan, kandungan kafein dalam secangkir kopi adalah 100 hingga 150 mg kafein.

 

Sedangkan dalam satu cangkir teh terdapat lebih kurang 40 mg kafein dan dalam satu batang cokelat ukuran sedang adalah 20–60 mg kafein. Kemudian, dalam satu botol minuman cola berukuran 340 ml terdapat 40 hingga 60 mg kafein.

“Kafein yang terdapat dalam berbagai minuman dan obat-obatan itu sebenarnya juga memiliki dampak jangka pendek, misalnya 30 menit setelah meminum secangkir kopi, pikiran akan bekerja lebih cepat,” terang Irawan.

Hal senada juga dikatakan oleh peneliti dari The Pharmacological Basis of Therapeutics, Dr J Murdoch Ritchie. Dia menyebutkan, kafein yang terkandung dalam kopi dan teh dapat menambah detak jantung, melebarkan pembuluh darah dan mendorong aliran sampah cair ataupun padat dari dalam tubuh. “Jadi, terkadang orang akan merasakan kalau setelah meminum secangkir teh atau kopi tubuhnya akan terasa segar.

Jadi, mengonsumsi kafein dalam porsi yang tepat baik bagi tubuh,” tambah Ritchie. Dalam jumlah yang wajar kafein dapat membantu pikiran, pekerjaan, dan pergaulan, tapi akan berubah menjadi racun bila dikonsumsi secara berlebihan.

Jumlah yang tepat berbeda untuk tiap orang. Yang bisa dijadikan pedoman adalah bahwa sampai saat ini tidak ada penelitian yang menyebutkan efek-efek negatif kafein bila dikonsumsi dengan dosis di bawah 300 miligram sehari.

Dianjurkan oleh Ritchie, selain membatasi kafein yang masuk ke dalam tubuh, yang perlu diperhatikan ketika mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein adalah memerhatikan proses pengolahan bahan minuman atau makanan tersebut.

“Kopi yang ditumbuk dengan cara tradisional rata-rata memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi. Demikian juga dengan teh, teh yang langsung diseduh dengan air panas tanpa menggunakan kertas saringan, memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *